Soal Divestasi, Ini Kata CEO Freeport

admin   March 22, 2018   Comments Off on Soal Divestasi, Ini Kata CEO Freeport

Melalui PT Indonesia Asahan Aluminium, kini Indonesia memiliki  51% saham di PTFI. Setelah resmi dengan penandatanganan kerja sama kedua belah pihak, kini angka yang semula hanya 9,36% kini meningkat menjadi 51%. Divestasi Freeport ini dilakukan oleh Inalum dan Freeport, dengan perjanjian dan penandatanganan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Janji investasi di masa depan

Pada kesempatan tersebut, pihak Freeport diwakili oleh Richard Adkerson selaku CEO Freeport –  McMoran dengan Direktur Utama Inalum yaitu Budi Gunadi Sadikin. Hadir pula Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati juga Menteri LHK, Siti Nurbaya. Selain itu, Menteri ESDM, Ignasius Jonan dan Menteri BUMN, Rini Soemarno mengikuti jalannya penandatanganan.

Divestasi Freeport sendiri dilakukan atas penjualan saham 100% dari PT Indocopper Investama yang memiliki saham sebesar 9.36% di PTFI. Pada pembelian saham ini, Inalum mengeluarkan dana sebesar 3,85 miliar dolar Amerika. dengan begitu, keuntungan yang bisa didapatkan ke depannya bisa terbilang tinggi.

Sang CEO sendiri mengatakan jika pihak Freeport juga antusias dalam kerja sama kali ini. Ia mengestimasikan keuntungan yang didapat bisa dialokasikan ke beberapa hal yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah juga dividen untuk Inalum. Dengan harga tembaga yang mencapai 90 miliar dolar Amerika, tentunya hal ini menjadi investasi yang menjanjikan.

Untuk kontribusi yang diberikan PTFI terhadap perekonomian Indonesia adalah 32,5 miliar dolar Amerika dalam kurun waktu 1992-2015.  Kontribusi tersebut berupa gaji karyawan, pembelian dalam negeri, pembangunan negeri, investasi dalam negeri dan pengembangan masyarakat.

Jadi, kontribusi yang dilakukan memang cukup menjanjikan bagi perekonomian Indonesia. Perusahaan ini tidak serta merta acuh pada masyarakat setempat. Selain itu, pajak dan royalti yang diberikan pun bisa dibilang besar nilainya.

Dengan nilai saham yang naik, diharapkan keuntungan yang didapat bisa berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. Sebetulnya, pada tahun 2016-an sempat terjadi pergolakan yang alot. Di mana pemerintah diwakilkan Kemenkeu tidak sepakat dengan harga yang ditawarkan pihak Freeport. Namun, pada akhirnya divestasi Freeport sudah menemui jalan sepakat. Dan diharapkan kedua belah pihak bisa bekerja sama dengan baik.

Related posts: