Hari Pasaran Lima Dalam Tanggalan Jawa

admin   June 5, 2017   Comments Off on Hari Pasaran Lima Dalam Tanggalan Jawa

kalender jawaKalender atau tanggalan sangat penting diciptakan untuk memberikan nama pada periode waktu. Dibuat dengan berdasarkan pada perputaran matahari atau gerakan-gerakan benda lain di angkasa. Dan tanggalan yang merupakan buatan manusia selain Tanggalan Masehi dan Tanggalan Jawa yang sudah dipakai secara umum, ternyata terdapat sistem penanggalan lain di Indonesia yang memiliki fungsinya masing-masing. Sistem penanggalan tersebut yaitu Kalender Hijriah, Kalender Sunda, Kalender Saka, dan Kalender Saka Bali. Jadi secara keseluruhan, tanggalan yang ada di Indonesia terdapat enam kalender yang berlaku dan digunakan oleh masing-masing komunitas penggunanya.

Fungsi Hari Pasaran Lima Dalam Tanggalan Jawa Sebagai Jejaring Sosial

Tata penanggalan Jawa dalam Tanggalan Jawa telah membuktikan bahwa tanah Jawa memiliki sistem ilmu pengetahuan dan teknologi terapan yang berasal dari budaya asli yang berkualitas tinggi. Dengan ilmu astronomi canggih yang telah diwariskan dari leluhur tersebut, masyarakat Jawa mampu menyiasati situasi dan kondisi dalam keadaan tertentu dimana dinamika alam semesta sebagai tempat menjalani kehidupannya. Dan ternyata, Pancawara yang merupakan siklus 5 hari yaitu Kliwon, Legi, Pahing, Pon, dan Wage difungsikan pula sebagai pertanda keramaian pasar yang merupakan jejaring sistem sosial ekonomi rakyat. Di pusatkan oleh Kliwon yang merupakan sentral keramaian pasar dalam komunitas. Biasanya digelar pada pusat-pusat Ibukota Kadipaten. Warga masyarakat di sekitarnya akan datang meramaikan pasar.

Kemudian hari lainnya digilir dengan jadwal secara berurutan Legi, Pahing, Pon, dan Wage. Keramaian pasar-pasar pendukung pada hari-hari tersebut digilir dengan sistem saling kait mengait dengan pasar-pasar di Ibukota Kadipaten sekitar sehingga menjadi jejaring pasar di Jawa. Jejaring ini masuk dari pedalaman desa hingga ke bandar-bandar besar di pantai. Terbentuknya sistem jejaring pasar ini menandakan tingginya tingkat Sistem Pranata Sosial yang teratur pada kehidupan masyarakat tanah Jawa. Budaya yang terus dipertahankan di beberapa wilayah di Jawa ini menunjukkan tingkat peradaban yang tinggi warisan dari jaman leluhur. Tidak heran sistem Tanggalan Jawa masih kuat digunakan di jaman modern ini oleh orang-orang tua.

Related posts: